Cara Mengatasi Bagian CVT Motor Yang Geredek

Penulis : Ahmad Fariq Alfarizi | Editor : Sayyid Daffa

Tangerang, Pilarmedianusantara.com – Halo Bro Aant, salam kenal dari Jember. Saya ada pertanyaan bro, moga-moga ada waktu ya!

Saya punya Mio 2010, permasalahan yang saya alami:

  1. CVT terasa gredek-gredek (terasa maju mundur) saat berjalan konstan pada kecepatan 60 km/jam.
  2. Gredek-gredek saat start awal tapi jarang terjadi.
  3. Sesaat setelah melewati polisi tidur jika ditarik agak keras terasa seperti transmisi melompat pada transmisi manual.

Catatan : v-belt ganti baru asli, roller baru asli.

Demikian pertanyaan saya, moga-moga cepat dijawab ya bang. Soalnya banyak nih yang mengeluhkan hal ini. Terima kasih banyak Bro Aant

Wahyu Sutrisno – by email

Jawab:

Halo salam kenal juga bro, tentu saja ada waktu dong, makanya langsung saya jawab nih.

Membaca dari ketiga pertanyaan, saya rasa penyebabnya semua berasal dari bagian CVT, di luar roller dan v-belt yang baru diganti.

Berikut saya paparkan kemungkinan penyebab timbulnya gredek-gredek sehingga enggak nyaman saat dikendarai.

Pertama yang paling sering terjadi penyebabnya adalah bagian mangkok kopling kotor, jadi saat kampas mau menggigit terganggu antara kuat dan lemah karena selip.

Namun, karena ini terjadi di kecepatan menengah, coba periksa bantalan karet kampas koplingnya, kemungkinan sudah peang, jadi membukanya kampas kopling tersendat sehingga timbul gredek.

 

Sekalian periksa juga kondisi secondary sliding sheave atau puli belakang.

Bongkar lalu periksa per bagian. Pemeriksaan utama pada alur torque cam atau alur saat puli terbuka dan pin guide-nya.

Seiring pemakaian biasanya alurnya rusak, sehingga saat bekerja sering nyangkut, kalau sudah demikian ya harus ganti baru.

Kalau kondisi masih bagus, pastikan kualitas grease masih baik, mumpung dibongkar sebaiknya sekalian dikasih grease baru.

Spesifikasi grease sama dengan untuk puli depan, pakai yang khusus CVT, yang tahan panas dan rpm tinggi.

Yang juga bisa bikin gredek-gredek kondisi rumah kopling atau mangkoknya, terutama jika peang lantaran usia pakai atau salah pemakaian.

Kebiasaan salah yaitu saat jalan sambil terus ngerem belakang, sehingga mesin mentransfer tenaga tapi ditahan rem, efeknya kopling bekerja berat dan panas, makanya mangkok jadi peang.

Kalau sudah peyang maka saat kampas kopling mengembang gigitannya kadang nyangkut kadang terlepas, jadi enggak mulus makanya gredek-gredek.

Bahkan efek paling buruk kampas kopling bisa lengket ke mangkoknya, kalau ini terjadi saat stasioner pun roda sudah mau berputar.

Mumpung dibongkar, sekalian cek juga ketebalan kampas kopling, masih dalam batas normal adalah 3 mm, batas limitnya 1 mm.

Sedang diameter dalam mangkok jika masih bulat adalah 112 mm, ganti jika lebih dari 112,5 mm.

Kecurigaan berikutnya bisa dari bagian primary sliding sheave, itu tuh bagian tempat roller bersarang.

Coba lihat alur tempat roller masih mulus atau sudah aus, jika aus bisa mengakibatkan gerakan roller saat terdorong keluar oleh gaya sentrifugal enggak mulus, makanya saat akselerasi jadi tersendat.

Kalau aus ya mesti ganti baru bro. Periksa pula as atau spacer-nya, pastikan pelumas yang berupa grease atau gemuk masihada, kalau kering kasih gemuk khusus CVT .