Dirut Perusahaan BUMN Kelola Dana Rp 300 Triliun Buat Capres 2024, Punya Banyak Istri Simpanan

Jurnal Pilar | Dirut Perusahaan BUMN Kelola Dana Rp 300 Triliun Buat Capres 2024, Punya Banyak Istri Simpanan

Pilarmedianusantara.com – Pengacara keluarga Brigadir Joshua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak membuat pengakuan mengejutkan. Ia menyebut ada dirut perusahaan BUMN kelola dana Rp300 triliun untuk Capres 2024.

Bacaan Lainnya

Menurut Kamaruddin Simanjuntak, dirut perusahaan BUMN itu memiliki banyak istri simpanan.

Istri simpanan dirut perusahaan BUMN itu berasal dari agama yang berbeda-beda. Ada yang bergama Islam, agama Kristen, dan agama Hindu.

“Ada seorang mempersiapkan dana untuk capres 2024, jadi hati-hati memilih capres,” kata Kamaruddin, dikutip Pojoksatu.id dari kanal YouTube Realita TV, Kamis (25/8).

Dijelaskan Kamaruddin, dirut BUMN itu memacari banyak wanita.

“Dalam rangka mempersiapkan capres ini, seorang dirut BUMN mengelola Rp300 triliun, disuruh atau atas inisiatif sendiri memacari berbagai wanita,” beber Kamaruddin.

Dijelaskan Kamaruddin, dirut BUMN tersebut beragama Katolik. Tetapi dia bisa menikahi wanita-wanita di luar agama Katolik.

“Ketemu muslim, dia muslim. Padahal dia Katolik. Ketemu Hindu, Hindu dia nikahnya. Ketemu Kristen, Kristen dia. Semua agama dilakonin,” jelanya.

 

“Kesannya nusantara banget gitu,” tambah Kamaruddin.

Ia menjelaskan, istri simpanan itu ditempatkan di apartemen. Bahkan, ada yang menempati apartemen bintang 7.

“Wanita-wanita ini ditaro di apartemen, salah satunya di Jakarta Barat. Itu bintang 7 itu,” imbuhnya.

Menurut Kamaruddin, para istri simpanan itu diberikan uang untuk investasi.

Dari investasi tersebut, dirut BUMN dan teman wanitanya mendapatkan cashback.

“Wanita-wanita ini dititipi uang dengan cara uang Rp300 triliun ini diinvestasikan, lalu ada cash back,” katanya.

 

“Cashback ini diinvestasikan sama perempuan-perempuan ini, yang tidak dinikahi secara resmi. Hanya secara gaib dinikahinya,” tambah Kamaruddin.

Dari cashback yang diinvestasikan, itu kemudian mendapatkan hasil yang luar biasa besar.

“Ajaibnya, wanita-wanita ini bisa transaksi Rp200 juta per hari. Entah uang dari mana,” kata Kamaruddin.

Ia lantas memperyanyakan berapa gaji dirut BUMN itu sehingga bisa memiliki banyak istri simpanan.

“Saya enggak ngerti kali kasih gaji berapa dirut BUMN itu,” imbuhnya.

Parahnya, dirut perusahaan BUMN tersebut justru menelantarkan anak kandung dari istri yang sah.

“Ajaibnya, ini ajibnya nih, sampai detik ini, anaknya kandung sekolah SD belum dibayar SPP-nya dari istri yang resmi,” katanya.

Kamaruddin menyebut nama istri dirut perusahaan BUMN tersebut. Inisialnya RI.

Ia mengaku sudah mengadukan hal itu ke presiden, wakil presiden, para pembantu presiden, hingga DPR RI. Namun tak satu pun yang merespon.

“Saya surati presiden, diam. Saya surati wakil presiden, diam. Saya surati Komisi VI, diam. Saya surati menteri keuangan, diam. Saya surati Menpan RB, diam. Saya surati meneg BUMN, diam,” cetus Kamaruddin.

Ia juga menyurat ke perusahaan BUMN, PT Taspen. Namun tak ada respon sama sekali.

“Saya surati direktur SDM-nya PT Taspen, diam. Saya surati Komisi III, diam. Lalu saya harus bersurat ke mana lagi? termasuk Ombudsman,” curhat Kamaruddin.

 

“Karena saya sudah saya surati semua, semua diam, maka saya beritahukan kepada pemegang saham biar kalian tahu,” pungkas Kamaruddin Simanjuntak.