Gara Gara Tidak Membayar Parkir Seorang Warga di Aniaya 7 Preman

Foto Dokumen. PilarMediaNusantara - Konsentarasi Massa yang akan melakukan Tawuran Antar Desa (Nursidik)

Woha BIMA, PilarMediaNusantara.com – Kejadian berawal korban datang untuk menjemput anaknya di lokasi Waterboom dan hendak memarkir motornya tiba-tiba di datangi oleh seorang pemuda yang didampingi oleh 7 orang pemuda lainnya, untuk meminta uang sewa parkiran, saat menyerahkan uang parkir, tiba tiba salah seorang dari 7 pemuda tersebut langsung memukul korban, tanpa menanyakan kesalahannya.

Korban yang merasa tidak terima karena di pukul, akhirnya mencoba melawan, namun hal itu hanya sia sia saja, karena kekuatan tidak sebanding, mengakibatkan memar dan sobek pada pelipis dan mulut korban akibat pengeroyokan tersebut, hingga dilarikan ke puskesmas terdekat.

Bacaan Lainnya

Pihak Keluarga Korban yang ada di Desa Donggobolo tidak terima atas kejadian tersebut sehingga terjadi konsentrasi massa di Desa Donggobolo dan akan melakukan penyerangan ke Desa Dadibou, karena diduga para pelaku berasal dari Desa Dadibou, namun hal tersebut berhasil di redam oleh pihak kepolisian Polsek Woha dipimpin langsung oleh pak Kapolsek Iptu Saiful Anhar,S.So.

“Terjadinya ketegangan antara Warga Desa Donggobolo dan Desa Dadibou di picu oleh terjadinya kasus penganiayaan yang di lakukan oleh sejumlah petugas parkir yang diduga berasal dari Desa Dadibou yang menagih uang sewa parkir pada korban,” ungkap Iptu Saiful Anhar

Menurut informasi, dari beberapa warga yang ada disekitar tempat kejadian, berawal saat itu korban sempat menolak membayar parkir, namun karena melihat beberapa orang tukang parkir menghampirinya, korban baru mau membayar, namun hal itu yang membuat geram dari tukang parkir, sehingga terjadi ketegangan dan berujung pada pengeroyokan dan penganiaan.

“Timbulnya  reaksi massa dari Desa Donggobolo di akibatkan oleh korban berasal dari Desa Donggobolo namun berdomisilih di Desa Nisa Kec. Woha Kab. Bima. hal ini merupakan penyebab terjadinya konstrasi massa, merasa tidak terima salah satu warga desa nya di keroyok,” kata Iptu Saiful Anhar

(Kontributor-Nursidik)