GOW Kabupaten Bima Helat Pengajian Rutin

Jurnal Pilar | GOW Kabupaten Bima Helat Pengajian Rutin

Bima, Pilarmedianusantara.com – Pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bima, Dharma Wanita Persatuan (DWP), Majelis Taklim Annisa dan Majelis Taklim Al-Manan selaku tuan rumah Jumat (5/5) menghelat Pengajian Rutin di Masjid Agung Kabupaten Bima Jalan Soekarno- Hatta Godo.

Bacaan Lainnya

Ketua GOW Kabupaten Bima Hj. Rostiati Dahlan S.Pd yang didampingi Ketua DWP Kabupaten Bima Ny. Aenal Asiah dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pelaksanaan pengajian yang melibatkan para perwakilan pengurus GOW dan Majelis taklim Kecamatan Se Kabupaten Bima tersebut sesuai dengan arahan Bupati Bima agar Masjid Agung Kabupaten Bima perlu dimakmurkan melalui beragam kegiatan syiar Islam untuk mendukung visi Bima RAMAH.

Terimakasih DWP Kabupaten Bima yang telah mengawali kegiatan pengajian dan mudah-mudahan diikuti organisasi lain, sehingga tiap bulan Masjid Agung diisi degan pengajian secara berkelanjutan “. Harapnya.

Ikhtiar untuk memakmurkan masjid akan terus dilakukan dan GOW akan mengadakan beragam lomba bernuansa Islam dan pelatihan dai.

Pada kesempatan pengajian tersebut, Ketua GOW juga mengharapkan dukungan para pengurus GOW dan Majelis taklim Di semua kecamatan bagi pengurangan angka stunting dan pencegahan pernikahan dini”.

Menutup sambutannya, Ny. Rostiati mengharapkan agar para pengurus dapat menyimak dan menerapkan penyampaian penceramah, terutama dalam mendampingi suami, mengurus rumah tangga serta pengabdian kepada masyarakat”. Imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, penceramah Ustadz Farhan Bil Islam, S.Ag dalam tausiyahnya menekankan pentingnya bersyukur atas semua yang Allah SWT berikan.

“Syukur merupakan manifestasi sifat baik atas perlakuan dan nikmat yang diberikan serta manifestasi upaya mendekatkan diri kepada Allah dan hanya orang-orang sholeh yang bisa mensyukuri nikmat.
Ustadz Farhan menukilkan kekuatan tangan bahwa tangan yang kita pergunakan untuk berinfak dan bersedekah maka akan berkualitas. Juga tangan yang berani menolak sesuatu meskipun dia membutuhkan maka derajatnya akan lebih tinggi”. Imbuhnya.

Usai tausiah dilanjutkan dengan sesi tanya jawab para peserta atau jamaah pengajian