PDIP menjelaskan Pemprov DKI soal Formula E hanya perkiraan atau angan-angan

PDIP menjelaskan Pemprov DKI soal Formula E hanya perkiraan atau angan-angan

Penulis : Ahmad Rifqi | Editor : Sayyid Daffa

Tangerang Selatan, Pilar Media – Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak mengatakan penjelasan Pemprov DKI soal penyelenggaraan Formula E di Ibu Kota hanya angan-angan.

Gilbert menyebut, penyelenggaraan Formula E di Jakarta belum terjadi, sehingga poin yang di sampaikan hanya perkiraan atau angan-angan.

“Sehingga dalam penjelasan Diskominfo ini tidak boleh disebut fakta, tapi sesuatu yang masih dalam perkiraan. Perkiraan ini sesuatu yang imajiner atau angan-angan, dan sesuatu yang tidak ada angka perhitungannya,” kata Gilbert

Gilbert juga mempertanyakan biaya pelaksanaan Formula E yang mengalami penurunan setelah diproyeksikan tidak akan menggunakan APBD, kata dia, Pemprov DKI mengalokasikan biaya pelaksanaan sekitar Rp 1,1 triliun setiap tahunnya.

“Ketika di sebutkan tidak menggunakan APBD lagi, kenapa jadi turun angka Rp 300-an miliar saja?”, tutur dia.

Pemprov sebelumnya memberikan keterangan tertulis soal Formula E berjudul “katanya vs faktanya”. Ada 12 poin dalam keterangan itu. Di antaranya adalah Pemprov menanggapi tudingan yang menyebut penyelenggaraan ajang balap mobil listrik Formula E di Ibu Kota merupakan pemborosan APBD.

“Asian Games 2018, MotoGP Mandalika Maret 2022, dan Formula E Juni 2022 bukan pemborosan APBN/APBD, karena memberikan manfaat ekonomi dan reputasional yang luar biasa bagi Indonesia,” tulis Pemprov DKI, Rabu (29/9).

Lebih lanjut, dalam keterangan tertulis tersebut, Pemprov menyatakan tidak ada dana bersumber dari APBD untuk penyelenggaraan ajang Formula E beberapa tahun ke depan.