Salah Oknum Guru Patahkan Kaki Siswa SMAN 1 Belo Sampai Retak

Jurnal Pilar | Salah Oknum Guru Patahkan Kaki Siswa SMAN 1 Belo Sampai Retak

Bima, Pilarmedianusantara.com – Seorang siswa SMAN 1 Belo Muhammad Adin Subhan (15) warga Desa Cenggu mengalami retak tulang kaki sebelah kanan yang di sebabkan oleh ulah salah satu guru beberapa hari yang lalu, Jumat,(12/8)

Bacaan Lainnya

Korban saat ditanya tentang kronologis kejadian Subhan sapaannya mengatakan, kejadian itu bermula pada saat korban lagi jalan masuk dikelas bersama temanya, kemudian datang beberapa siswa lain dari belakang langsung memukul korban sampai jatuh tergeletak di tanah.

“Melihat sikorban jatuh, teman temannya langsung melakukan perlawanan sampai pada saat itu terjadilah perkelahian,” katanya

Merasa tidak kuat untuk melawan, sikorban bersama temannya mencari bantuan dengan lari menuju ruang guru, kemudian sesampai nya di ruang guru, datang lah salah satu guru yang memang bertawak preman memukul si korban dengan temannya.

“Akibat dipukul oleh salah satu guru dengan kayu besar si korban mengalami retak tulang kaki kanan, dan teman nya sampai keluar darah di mulut,” ceritanya

Melihat kejadian itu, salah satu guru olahraga menghampiri korban dan langsung mengangkat si korban dengan membawanya keruangan BP.

Orang tua siswa yang didatangi dirumahnya Yusrin mengatakan, sangat menyesali tindakan guru yang ringan tangan seperti itu apa lagi sampai anaknya mengalami retak tulang seperti ini.

“Guru yang bermental preman seperti itu harus di keluarkan dari sekolah, karena sangat mencederai dunia pendidikan,”desaknya

Ia juga menceritakan, awalnya kaki anaknya mengalami patah kaki dibagian paha, selama 6 bulan anak nya dirawat dan tidak pernah masuk sekolah selama itu, dan semua guru mengetahui hal itu.

Lanjutnya, anaknya baru masuk sekolah selama 2 bulan, oleh guru yang bermental preman itu memukul kakinya pas dibagian yang patah, namun syukurnya si korban menahannya dengan tangan sehingga mengenai lututnya, sampai lututnya mengalami keretakan dan membengkak.

“lutut anak saya sampai retak, setiap persoalan yang ada di sekolah apakah bentuk penyelesaiannya harus main tangan seperti itu atau bagaimana,” tanyanya

Ia juga menambahkan, guru yang membuat anak saya sampai retak tulangnya tidak pernah datang kerumah untuk bersilaturahmi, dan meminta maaf atas perbuatannya.

Guru yang baik itu, harusnya memanggil kedua belah pihak yang berkelahi, mempertanyakan bagaimana kronologis kejadian, baru bisa memutuskan ini yang salah dan ini yang benar, bukan malah mau mengeluarkan anak saya sebagai korban, apalagi dipukul seperti itu.
“Sementara sekolah mau mengeluarkan anak saya padahal anak saya sebagai korban, kan gila,”tandasnya

Ia juga mendesak pihak KCD Dikpora kota dan kabupaten Bima serta dinas Dikpora yang berada di Mataram agar mencopot salah satu guru yang bermental preman tersebut dan Kepala Sekolah SMAN 1 Belo tersebut, karena kejadian tersebut mencerminkan ketidak mampuan Kepala Sekolah dalam memimpin sekolah yang di pimpinnya.

“kepala sekolah dan guru yang bermental preman tersebut harus segera di keluarkan dari sekolah kalau tidak kami akan menyegel sekolah tersebut,” tegasnya

Untuk sementara kepala sekolah lagi dalam upaya konfirmasi.oleh media