Target-Target Pemerintah Gagal di Masa PPKM Darurat

Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 Sinovac ke seorang guru saat vaksinasi massal di Gedung Pemerintah Kota Tangerang, Banten, Kamis (25/2/2021). Sebanyak 6.000 petugas pelayanan publik dan guru di Kota Tangerang menjalani vaksinasi COVID-19 yang dilaksanakan hingga satu minggu ke depan. ANTARA FOTO/Fauzan/foc.

Koresponden : Naufal Juliansyah | Editor : Julians

Jakarta, PilarMediaNusantara.com – Pemerintah menerbitkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali sejak 3 Juli 2021, sementara di luar Jawa-Bali dimulai sejak 12 Juli. Keduanya berakhir serentak pada 20 Juli. Meski belum sampai hari pemungkas, wacana perpanjangan sudah mencuat beberapa hari terakhir.

Bacaan Lainnya

PPKM dikeluarkan dengan melahirkan target capaian-capaian baru, seperti jumlah testing hingga 324.283 orang per hari, vaksinasi sejuta dosis sehari, penurunan mobilitas warga, hingga turunnya angka kasus baru jadi 10 ribu kasus per hari.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengklaim target itu dapat terlihat tiga pekan pasca pemberlakuan PPKM Darurat, yang artinya akan terlihat di akhir Juli hingga awal Agustus 2021.

Target-target pemerintah dalam praktiknya belum terealisasi sepenuhnya. Pemerintah mengungkapkan dugaan mengenai kenapa penularan masih terus terjadi lantaran masyarakat masih abai dengan protokol kesehatan.

“Tidak patuhnya menjalani protokol kesehatan terutama di permukiman bisa menjadi sumber penularan. Ini menjadi tugas kolektif pemerintah daerah dan masyarakat untuk memastikan pelaksanaan protokol kesehatan sampai tingkat terkecil di masyarakat dengan pemanfaatan posko pada level RT/RW,” demikian disampaikan melalui keterangan resmi Satgas Pengendalian Covid-19

(naufal/julians)