Terbang ke Jepang, Atlet Bulutangkis Minta Doa Rakyat Indonesia

Foto dok.sport.detik.com Atlet Bulutangkis berada di bandara Soekarno Hatta

Penulis : Allysa Tamariska Beatrix | Editor : Daffa0910

Tangerang, pilarmedianusantara.com – Tim bulutangkis Indonesia terbang ke Jepang pada Kamis (8/7) pukul 23.15 WIB malam.Greysia Polii dkk meminta doa restu rakyat Indonesia agar perjalanan mereka lancar sampai
hari akhir Olimpiade Tokyo. Seperti yang sudah direncanakan, tim bulutangkis Indonesia yang akan berlaga di Olimpiade Tokyo 2020 lebih dulu melakukan pemusatan latihan di
prefektur Kumamoto, Jepang. Kegiatan ini dalam rangka mematangkan tim sebelum tampildi multievent yang dimulai 23 Juli mendatang. Berkekuatan 25 orang yang terdiri dari atlet, atlet sparring, pelatih, dan tim pendukung, skuad Garuda ini dilepas Komite Eksekutif NOC,
Adi Wirawan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Bacaan Lainnya

“Hari ini kami berangkat ke Jepang, ke Kumamoto dulu baru ke Tokyo. Persiapan anak-anak sudah bagus dan baik,” ucap Rionny Mainaky, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP
PBSI dalam keterangan tertulisnya

“Kami mohon doa restu kepada seluruh masyarakat Indonesia agar kami bisa mencapai hasil yang terbaik,” harap Rionny. Doa restu juga diminta wakil ganda putri, Greysia Polii.
Dia berharap tim Indonesia bisa mendapat dukungan masyarakat Indonesia sebagai suntikan motivasi saat bertanding nanti.

“Ya kami tim Indonesia sudah ada di airport, akan berangkat menuju Jepang. Kami mohon doa dan dukungannya sehingga kami bisa menjalankan yang terbaik dan memberikan yang
terbaik untuk semua,” kata Greysia.

Tim bulutangkis Indonesia terbang ke Jepang menumpang pesawat Japan Airlines dengan nomor penerbangan JL5012 melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang,
Banten. Mereka akan transit terlebih dahulu di Bandara Haneda, Tokyo selama sembilan jam sebelum melanjutkan penerbangan ke Kumamoto.

Sesampainya di Kumamoto, tim menjalani karantina mandiri selama 4 hari sebelum memulai latihan dan adaptasi. Selain 11 atlet yang akan berlaga di Olimpiade, lima pelatih siap
mendampingi. Tim bulutangkis Indonesia juga memboyong sembilan orang tim pendukung yang terdiri dari manajer tim, atlet sparring, pelatih fisik, dokter, fisioterapis, dan masseur ke
Kumamoto