Viral Mobil Patroli Lindas Bendera Israel di Jateng, Polisi Buka Suara

Sebuah bendera Israel dilindas mobil patroli polisi di Banjarnegara, Jawa Tengah. (Foto: heathertruett/Pixabay)

Jurnal Pilar | Sayyid Daffa

Jakarta, Pilarmedianusantara.com – Polisi buka suara soal video viral yang memperlihatkan mobil patroli lalu lintas melindas bendera Israel di daerah Banjarnegara, Jawa Tengah.

Bacaan Lainnya

Video itu beredar di media sosial, salah satunya diunggah akun X @PribadiBales. Dalam video yang diunggah, mobil patroli yang dikemudikan anggota polisi berjalan secara perlahan yang melindas bendera Israel yang terbentang di jalan.

“Jika benar video ini apakah secara hukum dapat diterima? Itu bendera negara lain kenapa polisi pola pikirnya sepicik ini?” demikian tertulis dalam unggahan itu.

Kasat Lantas Polres Banjarnegara Iptu Bimo Seno mengatakan peristiwa itu terjadi pada Minggu (23/6) sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, kata dia, sedang ada aksi Damai Banjarnegara Peduli Palestina (BPP) di Alun-Alun Kabupaten Banjarnegara.

Bimo menyebut peristiwa tersebut terjadi secara tidak sengaja. Sebab, ada miskomunikasi antara anggota dengan panitia acara.

“Telah terjadi peristiwa miskomunikasi antara petugas Patwal dan panitia seksi acara berkaitan dengan penggelaran bendera Israel yang menyebabkan kendaraan pengawalan melintas di atas bendera tanpa sengaja,” kata Bimo dalam keterangannya, Jumat (28/6).

Bimo juga memastikan tidak ada kesengajaan dari anggota yang menggunakan mobil patroli untuk melindas bendera Israel.

“Tidak ada aksi atau unsur kesengajaan, karena panitia aksi mendekat membawa gulungan seperti banner/bendera dan menggelar di jalan dengan spontan dan tidak terlihat petugas pengawalan,” ucap dia.

“Sedangkan karena kondisi lalu lintas tidak memungkinkan mobil dinas untuk menghindar dari bendera yang diletakkan di aspal tersebut,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Bimo menyampaikan pihaknya telah bertemu dengan pihak panitia. Kata dia, pihak panitia acara juga telah memberikan klarifikasi terkait peristiwa tersebut.

“Dari panitia menyampaikan permohonan maaf karena dari seksi acara secara spontan menggelar bendera Israel terlebih dahulu dimana seharusnya bendera digelar ketika mobil kepolisian telah selesai melintas,” ujarnya.