
Jurnal PilarMedia| Alan Sidik
BIMA, NTB,pilarmedianusantara.com — Kondisi Arif, anak dari Solihin yang tinggal di Dusun Sukamaju, Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, mengundang keprihatinan. Arif dikabarkan tengah mengalami gangguan kesehatan dan membutuhkan perhatian serta pendampingan dari pemerintah maupun pihak terkait.
Kondisi tersebut mendorong harapan masyarakat agar Pemerintah Kabupaten Bima segera mengambil langkah nyata untuk memastikan Arif mendapatkan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Sejumlah instansi terkait, mulai dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Puskesmas Woha hingga pemerintah desa setempat, diharapkan dapat berkoordinasi untuk mengetahui kondisi Arif dan situasi keluarga yang sedang dihadapinya.
Langkah awal yang dinilai penting adalah melakukan kunjungan langsung ke kediaman keluarga Solihin. Dengan demikian, pemerintah dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi kesehatan Arif, kebutuhan keluarganya, serta kemungkinan kendala yang dihadapi dalam mengakses pelayanan kesehatan.
“Dinas Sosial dan Puskesmas Diharapkan Segera Melakukan Pendampingan”
Masyarakat berharap penanganan terhadap Arif tidak berhenti pada perhatian di media sosial, tetapi berlanjut pada tindakan konkret yang memberikan manfaat langsung bagi anak tersebut dan keluarganya.
Dinas Sosial Kabupaten Bima diharapkan melakukan asesmen terhadap kondisi sosial ekonomi keluarga Solihin untuk mengetahui apakah mereka membutuhkan bantuan sosial maupun bentuk pendampingan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Puskesmas Woha diharapkan memastikan kondisi kesehatan Arif melalui pemeriksaan medis serta memberikan penanganan atau rujukan apabila diperlukan.
Apabila keluarga mengalami kendala administrasi kependudukan, kepesertaan jaminan kesehatan, maupun persyaratan pelayanan medis, pemerintah desa bersama instansi terkait diharapkan membantu mencarikan solusi sesuai prosedur yang berlaku.
Koordinasi lintas instansi tersebut penting agar kebutuhan Arif dapat ditangani secara tepat dan keluarga tidak semakin terbebani oleh persoalan administratif maupun keterbatasan akses pelayanan.
“Jangan Menunggu Viral untuk Memberikan Perhatian”
Kisah Arif menjadi pengingat bahwa masyarakat yang sedang menghadapi persoalan kesehatan dan kesulitan sosial membutuhkan kehadiran pemerintah secara nyata.
Respons pemerintah semestinya tidak hanya muncul setelah sebuah persoalan menjadi perhatian publik. Pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan juga harus berjalan melalui mekanisme pendataan, pemantauan, dan pendampingan yang berkelanjutan.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Bima segera merespons kondisi Arif dengan langkah yang terukur, mulai dari memastikan kebutuhan medisnya hingga menilai kemungkinan bantuan sosial bagi keluarga Solihin.
Perhatian tersebut diharapkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memastikan anak-anak yang menghadapi persoalan kesehatan memperoleh akses pelayanan yang layak.
“Kemanusiaan Harus Menjadi Prioritas”
Hingga diperlukan verifikasi dan penanganan langsung dari pihak terkait, kondisi Arif perlu menjadi perhatian bersama. Pemerintah desa dan instansi berwenang diharapkan segera memastikan fakta di lapangan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan yang harus dipenuhi.
Keluarga Solihin diharapkan memperoleh pendampingan yang memadai agar tidak menghadapi persoalan tersebut sendirian.
Masyarakat pun menantikan langkah konkret Pemerintah Kabupaten Bima dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada warga yang membutuhkan, khususnya anak-anak yang sedang mengalami gangguan kesehatan.
Sebab, setiap anak berhak memperoleh perhatian, perlindungan, dan pelayanan kesehatan yang layak. Kehadiran pemerintah dalam situasi seperti ini menjadi wujud nyata tanggung jawab pelayanan publik sekaligus kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan. (Alan)