
Jurnal PilarMedia| M. Fateh
Bolo, pilarmedianusantara.com — Dalam rangka menyemarakkan Hari Kebudayaan Tahun 2026, SMA Negeri 1 Bolo mengajak seluruh warga sekolah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, staf, hingga peserta didik, untuk berpartisipasi dalam kegiatan mengenakan pakaian adat harian atau busana khas Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (15/10/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 07.00 WITA hingga berakhirnya jam kerja tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi satuan pendidikan dalam memperkenalkan, melestarikan, dan menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya lokal di lingkungan sekolah.
Di bawah kepemimpinan Kepala SMAN 1 Bolo, H. Supratman, S.H., M.Pd., kegiatan ini diarahkan untuk menghadirkan suasana sekolah yang mencerminkan penghargaan terhadap keberagaman budaya daerah. Seluruh warga sekolah diajak berpartisipasi dengan mengenakan busana tradisional sesuai ketentuan yang berlak
Dalam kegiatan tersebut, peserta didik laki-laki mengenakan katente tembe, yakni busana tradisional yang disebut dalam ketentuan kegiatan sekolah. Penggunaan pakaian adat ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas budaya lokal kepada generasi muda melalui praktik langsung di lingkungan pendidikan.
Lebih dari sekadar penggunaan pakaian tradisional, kegiatan ini memiliki nilai edukatif dalam pembentukan karakter peserta didik. Pengenalan budaya melalui aktivitas sekolah dapat menjadi sarana pembelajaran kontekstual untuk menumbuhkan sikap menghargai tradisi, memperkuat identitas budaya, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga warisan leluhur.
Sekolah memiliki ruang strategis untuk mengenalkan kebudayaan kepada generasi muda, tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui kegiatan yang melibatkan partisipasi warga sekolah. Meski demikian, keberlanjutan pelestarian budaya tetap memerlukan dukungan pembelajaran, dokumentasi tradisi, dan keterlibatan masyarakat.
Partisipasi guru, tenaga kependidikan, staf, dan peserta didik diharapkan dapat memperkuat lingkungan sekolah yang menghargai kebudayaan daerah sekaligus membuka ruang bagi peserta didik untuk mengenal makna dan nilai yang terkandung dalam busana tradisional yang mereka kenakan.
Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Bolo turut mengambil bagian dalam upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Semangat pelestarian tersebut diharapkan tidak berhenti pada peringatan Hari Kebudayaan, tetapi berlanjut dalam sikap sehari-hari, terutama dalam menghargai keberagaman dan menjaga identitas budaya daerah. (Red/m fatteh)