
Jurnal PilarMedia| Hardin Marewo
PilarMediaNusantara.com, Dompu. Dalam rangka Meningkatkan partisipasi peserta didik dan standar mutu pendidikan, Dikpora Propinsi NTB mengadakan rapat koordinasi, evaluasi penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan pencegahan Anak Tidak Sekolah (ATS) serta penandatanganan komitmen bersama Gubernur NTB dengan Bupati/Wali Kota dan Kanwil Kemenag Propinsi NTB yang bertempat di ball room hotel Prime Park Mataram, Jum’at (06/11/26).
Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal dalam arahannya mengatakan, penanganan ATS diperlukan data yang valid agar sasaran yang tuju maksimal dan tepat sasaran.
Ia menegaskan, saat ini Pemprov NTB tengah fokus melakukan pembersihan dan validasi basis data ATS menggunakan metode random sampling. Penanganan ATS dilakukan secara terpadu, berbasis data yang akurat, serta melibatkan sinergi lintas pemerintah.
“Pentingnya memperbaiki data ATS secara presisi termasuk verikasi lapangan dan dashboard pendidikan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran, bukan sekedar menggunakan pendekatan umum ”ujarnya
Muhamad Iqbal mengungkapkan, jumlah ATS di NTB, berdasarkan data dari Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) NTB serta laporan terpadu, angka ATS di NTB masih tergolong sangat tinggi dan diperkirakan berkisar antara 70.000 hingga 73.000 anak. Hal ini dinilai sebagai alarm keras yang memerlukan pembenahan sistem pendidikan secara menyeluruh.
“Oleh karena itu kehadiran Bupati/Wali Kota se-NTB pada rakor ini, sebagai upaya kerjasama serta kolobarasi menekan seminimal mungkin angka anak tidak sekolah dalam rangka menaikan angka Indeks Pembangunan Manusia serta mengejar target nol porsen ATS pada tahun 2029” ujarnya
Senada dengan Gubernur NTB, Bupati Dompu Bambang Firdaus mengatakan, persoalan Standar Pelayanan Minimal pendidikan dan Pencegahan Anak Tidak Sekolah merupakan kerja kolektif semua Kepala daerah yang ada di NTB.
Sinergitas kolaborasi yang intens dan terintegrasi akan terus kami lakukan agar angka IPM NTB terus naik dan target bebas dari ATS ditahun 2029 bisa tercapai. “Ini komitmen kami”ujarnya
Bupati menambahkan pembangunan Ekonomi, Budaya, Sosial dan Infrastruktur memang penting, akan tetapi jauh lebih penting peningkatatan sumber daya manusia terutama di dunia pendidikan dalam hal peningkatan kualitas pendidik.
“Pemerintah Kabupaten Dompu akan terus melakukan evaluasi serta langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidik (guru dan tenaga kependidikan) dari hulu sampai hilir demi mendongkrak mutu pendidikan yang ada di Kabupaten Dompu”pungkasnya.