
Jurnal PilarMedia| Edi Mursid
Trenggalek,Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin hadiri Pemakaman Alm. Sersan Satu (Sertu) Anumerta, Heri Prasetyo, prajurit TNI asal Trenggalek yang gugur dalam tugas negara pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Dalam pemakaman ini Bupati Trenggalek mendampingi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, dan rombongan yang datang langsung ke Trenggalek guna memimpin langsung jalannya pemakaman Sertu Anumerta Heri Prasetyo di Taman Makam Pahlawan Karangsoko, Trenggalek.
Sertu Heri sendiri gugur saat menjalankan tugas negara. Ia menjadi salah satu korban kecelakaan helikopter Mi-17 dalam misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Dalam insiden itu , Heri gugur bersama dengan dua perwira penerbang lainnya, Letkol CPN (Anumerta) Dudi Firmansyah dan Kapten CPN (Anumerta) Nurhafiz Akbar.
Jenazah Sertu Heri baru diketemukan Jum’at (6/11/2026) karena kondisi evakuasi yang tidak memungkinkan sementara 2 korban meninggal lainnya berhasil dievakuasi pada Hari Rabu (4/11/2026).
Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jendral TNI Tandyo Budi usai memimpin pemakaman Sertu Heri mengatakan, “hari ini saya memilih pemimpin pemakaman Sertu Anumerta Heri Prasetyo yang kemarin pada tanggal 4 November pukul 11.30, beliau menjadi salah satu kru dari Heli Mi-17 Puspenerbad dengan nomor penerbangan HA 53252, yang sudah melaksanakan penugasan kurang lebih selama 3 bulan di Kalimantan Tengah. Penugasan itu dalam rangka penanganan karhutla,” ucapnya, Sabtu (7/11/2026).
Masih menurut Jendral TNI Tandyo Budi, “pesawat ini 5325 ini sudah melaksanakan kurang lebih Surte 636. Jadi kalau kita literkan sudah mengangkut kurang lebih 1,6 juta liter untuk membantu pemadaman di sana. Dan TNI Angkatan Darat sendiri mengerahkan kurang lebih 18.989 personil untuk penanganan Karhutla,” imbuh Jendral TNI AD itu.
Pada tanggal 4 kemarin Heli ini mengalami Crash dengan 8 kru pesawat, 5 orang selamat kemudian 3 orang mendahului kita. Gugur dalam penugasan ini. yang pertama Sertu Anumerta Heri Prasetyo, kemudian Letkol CPN (Anumerta) Dudi Firmansyah dan Kapten CPN (Anumerta) Nurhafiz Akbar.
Pada hari pertama, tanggal 4 saat kejadian Letkol Dudi dan Kapten Hafid bisa diketemukan. Dan Sersan Satu Heri Prasetyo baru ditemukan kemarin, pada pukul 08.30, karena almarhum masih menggunakan safety belt di dalam helikopter tersebut. Terus kemudian, suasana ada ombak besar dan baru kemarin bisa kita ambil.
Kita semua berdoa mudah-mudahan almarhum apakah itu Letnan Kolonel Dudi, Kapten Hafid dan almarhum Heri Prasetyo amal baiknya diterima oleh Allah SWT. Kemudian keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Pemerintah dalam hal Presiden Republik Indonesia telah memerintahkan kepada kami. TNI Angkatan Darat akan memberikan hak-haknya. Apakah itu nanti anaknya yang akan mendapat beasiswa. “Ada dari ASABRI dan nanti dari TNI Angkatan Darat dan dari Bapak Presiden akan memberikan masing-masing untuk keluarga yang ditinggalkan adalah rumah. Terima kasih doanya mudah-mudahan almarhum, ketiga-tiganya bisa diterima di tempat yang baik dan surga di sisi Allah SWT,” tutup KSAD itu.
Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo sendiri lahir di Trenggalek pada 11 Oktober 1993. Ia mulai mengabdi sebagai prajurit aktif TNI Angkatan Darat sejak 12 April 2014. Selama kurang lebih 12 tahun berdinas, almarhum bertugas sebagai Ba Fourier SUD Heli Serbu 1 Flight Heli B Den 3/Anur Yudha Cakti Puspenerbad. Sertu Anumerta sendiri meninggalkan 1 orang Istri bernama Rini Setiani dan seorang anak, Freya Kirania Dhaneswari. (dy)