Jurnal PilarMedia | M. Fateh
PilarMediaNusantara.com – Bima, NTB – pondok pesantren sabilurrasyad yang berlokasi di dusun sangari, desa dadi bou, kecamatan woha kabupaten Bima Nusa tenggara Barat,terus menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi Islam yang unggul melalui pendidikan yang berintegrasikan ilmu agama, akademik,dan penguasaan bahasa asing.
Yayasan pondok pesantren sabilurrasyad memfokuskan pembinaan santri untuk menjadi hafiz Al Quran yang tidak hanya memiliki kemampuan menghafal Al-Quran,tetapi juga berprestasi dalam bidang akademik serta berakhlakul karimah.program tersebut di rangcang sebagai upaya melahirkan sumber daya manusia yang berkarakter, berintegritas,dan siap menghadapi tantangan global.
Selain pembelajaran tahfidz Al-Qur’an dan ilmu-ilmu keislaman, para santri dibekali kemampuan berbahasa arab dan bahasa Inggris.penguasaan dua bahasa asing tersebut menjadi salah satu program unggulan pesantren guna memperluas wawasan keilmuan serta meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.
dalam penyelenggaraan pendidikan pondok pesantren sabilurrasyad juga mengajarkan mata pelajaran umum, seperti ilmu pengetahuan Alam (IPA), ilmu pengetahuan sosial (IPS), dan matematika.seluruh proses pembelajaran di dukung oleh tenaga pendidik yang berkualitas, profesional,dan kompeten sesuai bidang keahlian nya.
Disamping mengedepankan kualitas pendidikan, pesantren ini menawarkan biaya pendidikan yang terjangkau bagi masyarakat.untuk menunjang kenyamanan santri selama menempuh pendidikan, yayasan menyediakan berbagai fasilitas pendukung antara lain asrama, tempat tidur, toilet, serta sarana penunjang lainnya.
melalui perpaduan pendidikan agama, ilmu pengetahuan umum,dan penguasaan bahasa asing,pondok pesantren sabilurrasyad berupaya mencetak generasi yang religius, cerdas, berprestasi,dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.kehadiran lembaga ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di kabupaten Bima dan Nusa tenggara Barat secara umum. (red/M.Fateh)
