
Jurnal PilarMedia| Teuku Iqbal Maulana
JAMBI, pilarmedianusantara.com — Persoalan kemacetan dan kondisi kebersihan sejumlah ruas jalan menjadi perhatian Koalisi Anak Jambi Anti Korupsi (KAJAK). Organisasi tersebut mendatangi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jambi untuk menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kondisi lalu lintas dan aktivitas kendaraan di wilayah Kota Jambi.
Dalam pertemuan dengan pihak Dishub, KAJAK menyoroti antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang dinilai berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas. Mereka mempertanyakan kendaraan yang mengantre hingga menggunakan bahu jalan maupun sebagian badan jalan.
Menurut KAJAK, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian dan pengawasan dari instansi terkait agar aktivitas antrean kendaraan di SPBU tidak menimbulkan kemacetan maupun mengganggu pengguna jalan lainnya.
Selain persoalan antrean SPBU, KAJAK turut menyampaikan keluhan mengenai kondisi kebersihan jalan yang dilalui kendaraan proyek pembangunan Danau Resapan Kajanglako.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah kendaraan pengangkut tanah hasil galian. KAJAK meminta agar kendaraan proyek memastikan muatan maupun kondisi kendaraan tidak menyebabkan tanah tercecer ketika melintas di jalan umum.
Jalur kendaraan proyek tersebut disebut melintasi sejumlah kawasan, di antaranya Jalan Pangeran Hidayat, kawasan Paal 5 Kota Jambi, hingga menuju Jalan Surya Dharma, Kenali.
KAJAK berharap pengawasan terhadap kendaraan proyek dapat diperketat. Mereka meminta agar kendaraan, termasuk bagian roda dan komponen lainnya yang berpotensi membawa tanah ke jalan, dibersihkan terlebih dahulu sebelum memasuki ruas jalan umum.
Menurut KAJAK, persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan kebersihan lingkungan. Ceceran tanah di badan jalan juga dinilai dapat mengganggu kenyamanan dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama ketika kondisi jalan menjadi licin.
KAJAK selanjutnya mendorong Dishub Kota Jambi bersama instansi terkait untuk mengambil langkah konkret terhadap berbagai persoalan yang disampaikan. Pengaturan di lokasi yang kerap terjadi antrean kendaraan serta pengawasan terhadap kendaraan proyek dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Penyampaian aspirasi tersebut, kata KAJAK, merupakan bagian dari kepedulian terhadap kondisi lalu lintas dan fasilitas umum di Kota Jambi. Mereka berharap persoalan yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat dari perbaikan pengelolaan lalu lintas dan fasilitas jalan.
KAJAK juga menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga agar persoalan kemacetan, antrean kendaraan, dan kebersihan ruas jalan dapat ditangani secara terpadu.