
Jurnal PilarMedia| M. Fateh
BIMA, NTB — Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Wafa Godo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), berlangsung meriah pada Kamis, 22 Oktober 2026. Kegiatan yang dipimpin oleh TGH. Haeruddin, S.Pd.I., tersebut menghadirkan kreator konten dan YouTuber Willie Salim serta pendakwah Ustaz Derry Sulaiman.
Kehadiran kedua tokoh tersebut disambut antusias oleh para santri dan warga setempat yang memadati halaman Ponpes Al Wafa Godo. Rangkaian kegiatan juga ditandai dengan pelepasan balon sebagai bagian dari peringatan Hari Santri Nasional.
Momentum ini menjadi ruang pertemuan antara dunia pendidikan pesantren, dakwah Islam, dan perkembangan media digital yang semakin dekat dengan kehidupan generasi muda.
Hadirkan Tokoh Digital dan Pendakwah
Willie Salim dikenal sebagai kreator konten, YouTuber, dan influencer asal Bangka Belitung. Namanya populer melalui berbagai konten yang menampilkan aksi memborong dagangan pedagang, berbagi hadiah uang tunai, serta kegiatan sosial kepada masyarakat.
Sementara itu, Ustaz Derry Sulaiman dikenal sebagai pendakwah yang menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat melalui ceramah dan berbagai kegiatan dakwah.
Kehadiran keduanya dalam peringatan Hari Santri Nasional di Ponpes Al Wafa Godo menghadirkan dua pendekatan komunikasi yang berbeda, yakni pemanfaatan media digital dan penyampaian pesan keagamaan secara langsung. Keduanya memiliki potensi untuk menjadi sarana inspirasi bagi santri, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan perubahan pola komunikasi masyarakat.
Meski demikian, pemanfaatan media digital dalam lingkungan pendidikan pesantren tetap memerlukan pendampingan, literasi digital, serta penguatan nilai-nilai etika dan tanggung jawab sosial.
Pesantren dan Peran Santri di Era Digital
Peringatan Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober merupakan momentum untuk mengenang kontribusi santri dan ulama dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Peringatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat peran pesantren dalam bidang pendidikan, pembentukan karakter, pengembangan ilmu pengetahuan, dan kehidupan sosial kemasyarakatan.
Dalam konteks tersebut, kegiatan di Ponpes Al Wafa Godo tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga dapat dimaknai sebagai upaya mempertemukan tradisi pendidikan pesantren dengan perkembangan masyarakat modern.
Santri saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari penguasaan ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum hingga kemampuan menyaring informasi di ruang digital. Karena itu, pendidikan karakter, sikap kritis, tanggung jawab, dan kecakapan menggunakan teknologi secara bijak menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi santri yang mampu berkontribusi bagi masyarakat.
Pelepasan balon dalam rangkaian acara turut menandai semarak peringatan tersebut. Antusiasme santri dan warga yang hadir memperlihatkan bahwa kegiatan pesantren dapat menjadi ruang kebersamaan antara lembaga pendidikan Islam dan masyarakat di sekitarnya.
Kepemimpinan Pesantren dan Silaturahmi Antarlembaga
TGH. Haeruddin, S.Pd.I., selaku pimpinan Ponpes Al Wafa Godo, juga dikenal sebagai Ketua Forum Kerja Sama dan Silaturahmi Pondok Pesantren (FKSPP) Kabupaten Bima.
Peran tersebut menempatkannya dalam lingkungan kerja sama antarpesantren yang memiliki kepentingan bersama dalam pengembangan pendidikan Islam, penguatan kelembagaan, serta pemeliharaan hubungan silaturahmi di kalangan pengelola pesantren.
Kegiatan peringatan Hari Santri Nasional di Ponpes Al Wafa Godo menjadi salah satu momentum untuk mempererat hubungan antara pesantren dan masyarakat. Kehadiran tokoh dari bidang dakwah dan media digital juga membuka ruang bagi santri untuk mengenal beragam cara menyampaikan pesan positif kepada publik.
Namun, keberhasilan kegiatan semacam ini tidak hanya diukur dari kemeriahan acara dan jumlah tokoh yang hadir. Nilai pentingnya juga terletak pada manfaat pendidikan, penguatan akhlak, serta tindak lanjut yang dapat dirasakan oleh para santri dan masyarakat.
Meneguhkan Semangat Hari Santri
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Al Wafa Godo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, menjadi bagian dari upaya menjaga semangat kesantrian sekaligus membangun hubungan yang positif antara pendidikan pesantren, dakwah, dan perkembangan media digital.
Melalui momentum tersebut, santri diharapkan terus mengembangkan ilmu pengetahuan, menjaga akhlak, memperkuat kepedulian sosial, serta memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.
Semangat Hari Santri pada akhirnya bukan hanya tentang perayaan tahunan, melainkan juga tentang komitmen untuk melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi agama, masyarakat, dan bangsa.(Red/m fatteh).



