
Jurnal PilarMedia| Teuku Iqbal Maulana
JAMBI, pilarmedianusantara.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) seiring kondisi cuaca yang masih berubah-ubah di sejumlah wilayah.
Dalam pembaruan informasi cuaca yang dirilis BMKG Jambi, Sabtu (5/9/2026), sejumlah daerah di Provinsi Jambi masih berpeluang mengalami hujan pada periode 9 hingga 11 September 2026 dengan intensitas yang berbeda-beda.
Prakirawan BMKG Provinsi Jambi, Randy HB, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemodelan cuaca, hujan ringan diprediksi terjadi pada 9 September di beberapa wilayah seperti Kabupaten Kerinci, Merangin, dan Tanjung Jabung Timur.
Kemudian pada 10 September, peluang hujan diprakirakan terjadi di Kabupaten Kerinci dan Bungo. Sementara pada 11 September, potensi hujan mencakup sejumlah wilayah, di antaranya Kabupaten Kerinci, Merangin, Sarolangun, Batanghari, Tanjung Jabung Barat, Tebo, Bungo, serta Kota Sungai Penuh.
Pada periode tersebut, beberapa daerah seperti Bungo, Tebo, dan Batanghari berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Sedangkan wilayah Kota Sungai Penuh, Kerinci, sebagian Bungo dan Merangin, Sarolangun, serta Tanjung Jabung Barat diperkirakan mengalami hujan ringan.
Randy menjelaskan, prakiraan tersebut merupakan hasil analisis menggunakan model prediksi cuaca yang masih dapat mengalami perubahan sesuai perkembangan dinamika atmosfer.
“Prediksi ini menggunakan model cuaca dan masih dapat berubah setiap hari. Kami akan terus melakukan pembaruan informasi,” jelas Randy.
Warga Diminta Hemat Air dan Cegah Karhutla
Selain memberikan informasi mengenai peluang hujan, BMKG Jambi juga meminta masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengantisipasi dampak musim kering yang mulai terjadi di sejumlah wilayah.
Warga diimbau agar menggunakan air secara bijak serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan, khususnya di kawasan yang memiliki lahan gambut, semak belukar, dan area hutan yang rentan terbakar.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan metode pembakaran maupun membakar sampah secara sembarangan karena dapat memicu meluasnya kebakaran hutan dan lahan.
Apabila menemukan adanya titik api atau indikasi kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat dilakukan penanganan secara cepat.
Di sisi lain, BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melakukan berbagai aktivitas, baik perjalanan darat, laut, maupun udara. Kegiatan luar ruangan seperti olahraga dan wisata juga perlu menyesuaikan dengan kondisi cuaca terkini.
Masyarakat di Provinsi Jambi diharapkan terus mengikuti informasi resmi BMKG guna mengantisipasi perubahan cuaca dan mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan akibat kondisi atmosfer yang tidak menentu.


