Jurnal PilarMedia | Alan Sidik
BIMA – pilarmedianusantara.com Konflik yang terjadi antara warga Desa Rabakodo dan Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, hingga memasuki hari kedelapan dikabarkan belum menunjukkan penyelesaian yang jelas. Situasi tersebut menjadi perhatian masyarakat, terlebih setelah insiden pada hari Selasa yang dilaporkan menelan korban jiwa.
Kondisi ini memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat terkait langkah-langkah pemerintah daerah dalam menangani konflik tersebut. Salah satunya disampaikan oleh Koceng, tokoh pemuda Desa Tente, yang mempertanyakan peran dan kehadiran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bima selama konflik berlangsung.
“Kami mempertanyakan keberadaan dan langkah konkret Kesbangpol selama delapan hari konflik ini. Masyarakat berharap ada upaya nyata untuk memediasi dan mencegah konflik agar tidak terus berlanjut hingga memakan korban,” ujar Koceng.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama aparat keamanan dan instansi terkait segera mengambil langkah-langkah yang efektif untuk meredam ketegangan, memfasilitasi dialog antara kedua belah pihak, serta mengutamakan penyelesaian secara damai guna mencegah jatuhnya korban berikutnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Kesbangpol Kabupaten Bima terkait pertanyaan dan harapan yang disampaikan masyarakat tersebut







