Jurnal Pilar | Edi Mursid
Trenggalek, Pilarmedianusantara.com – Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau Proyrek Bendungan Bagong di Desa Sumurup Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek Jawa Timur.
Dalam kunjunganya orang nomer dua di Indonesia ini didamping Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak dan Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad , Kamis ( 30/4/2026).
Kehadiran rombongan disambut Bupati Trenggalek Mochamad Nur Aripin, beserta wakil Bupati Trenggalek, Forkopimda, seluruh Perangkat desa.
Wapres Gibran bersama rombongan saat tiba di lokasi bendungan Bagong disambut kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dan diberi pemaparan terkait progres pembangunan. kemudian keliling di lokasi bendungan meninjau langsung kondisi fisik bendungan dari area amphiteater.
Setelah peninjauan selesai Wapres Gibran langsung menggelar pertemuan bersama puluhan kepala desa se-Kabupaten Trenggalek.
Beliau menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk menindaklanjuti berbagai aspirasi masyarakat. Kami sangat terima kasih kepada semua warga yang sudah mendukung program dari Bapak Presiden. Terkait KIS PBI, Bendungan Tugu, dan ruas jalan lingkar selatan (JLS) akan segera kita tindaklanjuti. Untuk terkait pembebasan lahan, akan segera kita cari solusinya.
“Ia juga menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur, termasuk Bendungan Bagong sebagai bagian dari PSN,” ucpnya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Bagong, Senna Anggadipa Adhitama menyampaikan proyek tersebut saat ini telah mencapai progres sekitar 60%.
“Proyek PSN Bendungan Bagong ini terus berlanjut. Arahan dari Wapres (Gibran) tadi, proyek strategis nasional ini terus dikebut penyelesaiannya,” ujar Senna.
Bendungan Bagong ini merupakan salah satu proyek strategis nasional yang dimulai sejak 2018 pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Awalnya, proyek ini memiliki anggaran sebesar Rp 2,1 triliun, yang kemudian direncanakan mendapat tambahan stimulus sekitar Rp 600 miliar.
Dengan total nilai mencapai Rp2,7 triliun, bendungan ini ditargetkan rampung pada 2029. Proyek ini diharapkan dapat mendukung ketahanan air, irigasi pertanian, serta pengendalian banjir di wilayah Trenggalek dan sekitarnya.(va ,sid)








