Jurnal Pilar | Edi Mursid
Tulungagung, Pilarmedianusantara.com – Dalam Rangka Peringatan Hari Besar Nasional ( PHBN) Kemerdekaan RI ke 80 Tahun 2025, dengan Slogan Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju, Pemerintah Desa Picisan Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung menggelar kesenian Tiban Kidung Lesung .Kesenian tiban Sekar Jati merupakan kesenian Tiban di bawah naungan Kidung lesung ini juga merupakan peninggalan leluhur budaya jawa. Kesenian tiban Kidung Lesung digelar di Halaman Balai Desa Picisan , Selasa 22 September 2025.
Perayaan Hari Ulang Tahun RI ke 80 Di Desa Picisan disambut antusias warga sekitar serta dihadiri oleh Kepala Desa Picisan Muselam, Babinkantipmas Desa Picisan, Babinsa Desa Picisan, BPD , Anggota BPD serta Tokoh Agama .
Kesenian Tiban Kidung Lesung di Desa Picisan ini merupakan kesenian tradisional yang diiringi gamelan dari tujuh lesung bukan dari gong atau kentongan yang pemainnya dari emak emak atau ibu ibu yang ada di lingkup Desa Picisan.
Di desa Picisan kesenian tradisional kuno Tiban Kidung Lesung sudah ada sejak jaman dulu kala . Bahkan kesenian ini sekarang sudah dikembangkan oleh masyarakat sekitar menjadi Kesenian jowo lesung, jaranan jowo lesung dan seni reog lesung.
Kesenian tari tiban di bagi menjadi dua kelompok, untuk memudahkan peserta bergantian untuk beradu ketangkasan memainkan pecut atau cambuk kepada lawan dengan nyanyian Jawa diiringi alunan tujuh
gamelan terbuat dari lesung.
Kesenian tiban ini selain untuk hiburan juga dalam rangka memperingati HUT RI Ke 80 juga ajang mengadu ilmu ketrampilan atau kesaktian sambil menari-nari dan saling mencambuk dengan hitungan yang ditentukan oleh Landang. Untuk Tari tiban ini memakai ujung lidi yang terbuat dari pohon aren.
Kades Picisan Muselam dalam sambutannya mengatakan,diadakan seni tiban sekar jati kidung lesung ini, selain memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke 80 dengan Slogan Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju juga untuk menjalin tali silaturahmi lewat kesenian jawa seni tiban .
Kesenian Tiban atau adu pecut, adu cambuk juga untuk mengenang budaya
jawa juga bertujuan untuk melestarikan kesenian tiban, seni tiban Kedung lesung yang ada di desa Picisan merupakan kesenian satu satunya yang ada di Tulungagung,” ucapnya.
Saya juga Ucapkan bayak terimakasih kasih kepada Panitia Peringatan HUT RI ke 80 Desa Picisan, semua Perangkat Desa, BPD tokoh masyarakat, tokoh pemuda yang turut berpartisipasi menyukseskan terselenggaranya kegiatan ini. ( dy).








