
Jurnal PilarMedia| M. Fateh
Bima, PilarMediaNusantara.com – semangat nasionalisme dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan kembali mewarnai peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-81 kemerdekaan Republik Indonesia.guru SMPN 3 belo bersama jajaran pemerintah Dan berbagai unsur masyarakat turut memeriahkan pelaksanaan upacara sebagai dari rangkaian kegiatan tahunan dalam memperingati hari bersejarah bagi bangsa Indonesia.
Pelaksanaan upacara bukan sekedar kegiatan seremonial yang dilaksanakan setiap tahun.lebih dari itu, momentum HUT kemerdekaan RI menjadi ruang refleksi untuk menghidupkan kembali kesadaran kolektif tentang arti perjuangan, pengorbanan, persatuan,dan tanggung jawab generasi penerus dalam mempertahankan serta mengisi kemerdekaan.
Bagi para pendidik, momentum tersebut memiliki makna yang sangat mendalam.guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepala peserta didik nilai cinta Tanah air, gotong royong, toleransi, kedisiplinan, penghormatan terhadap perbedaan, serta semangat menjaga persatuan merupakan bagian penting dari pendidikan karakter generasi muda.
Dalam wawancara bersama tim pilar media Nusantara, salah seorang guru yang mewakili kepala SMPN 3 belo, bapak Syarifuddin,S.HI.,Gr.,guru pendidikan agama Islam (PAI), menyampaikan bahwa peringatan HUT kemerdekaan RI harus di maknai secara lebih luas dan tidak berhenti pada kegiatan upacara semata.
Syarifuddin yang juga dikenal sebagai mantan pimpinan Redaksi (Pimred) KeizalinNews Cabang Bima, NTB, menegaskan bahwa kemerdekaan yang dinikmati masyarakat Indonesia hari ini merupakan hasil perjuangan panjang para pahlawan yang tidak boleh dilupakan oleh generasi sekarang.
“Upacara ini bukan hanya tentang berdiri tegak, memberi penghormatan, atau mengikuti rangkaian acara secara formal.dibalik merah putih yang kita kibarkan,ada sejarah panjang tentang pengorbanan, air mata, darah, bahkan nyawa para pejuang yang rela meninggalkan kepentingan pribadi demi kemerdekaan bangsa,”
Menurutnya, generasi hari ini memiliki bentuk perjuangan yang berbeda dengan para pahlawan pada masa perjuangan kemerdekaan.jika dahulu para pejuang mempertaruhkan jiwa dan raga untuk merebut kemerdekaan,maka tugas generasi sekarang adalah menjaga dan mengisi kemerdekaan tersebut melalui karya nyata.
“Kita mungkin tidak lagi mengangkat senjata seperti para pejuang terdahulu.namun , Kita memiliki Medan perjuangan yang tidak kalah penting.guru berjuang melalui pendidikan, anak-anak muda berjuang melalui ilmu pengetahuan dan prestasi, pemerintah berjuang melalui pelayanan kepada masyarakat,dan seluruh rakyat berjuang dengan menjaga persatuan serta memberikan kontribusi positif bagi bangsa.” (Red/m fatteh).



