
Jurnal PilarMedia| M. Fateh
PilarMediaNusantara.com – BIMA, NTB — Sebanyak 260 siswa MTs Negeri 5 Bima menerima bantuan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) dalam kegiatan penyerahan bantuan secara simbolis yang dirangkaikan dengan Gerakan Sadar Pencatatan Nikah (GAS Nikah), Selasa (13 Oktober 2026).
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap keberlangsungan pendidikan sekaligus memperkuat sinergi antara Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Komisi VIII DPR RI dalam memperluas akses pendidikan bagi peserta didik madrasah.
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hj. Mahdalena, S.S., M.M., bersama Kepala MTs Negeri 5 Bima, Bahtiar, S.Pd., menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan penerima beasiswa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kanwil Kemenag NTB, Dr. H. Zamroni Azis, S.H.I., M.H., beserta jajaran Kementerian Agama, unsur Kantor Urusan Agama (KUA), para kepala madrasah, tenaga pendidik, siswa, dan wali murid.
Program Indonesia Pintar merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membantu peserta didik dari keluarga yang memenuhi kriteria penerima bantuan agar tetap dapat melanjutkan pendidikan. Dukungan ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pendidikan siswa.
Bagi 260 siswa MTs Negeri 5 Bima, bantuan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi dukungan finansial, tetapi juga motivasi untuk semakin giat belajar, meningkatkan prestasi, dan menyelesaikan pendidikan dengan baik.
Melalui program ini, akses terhadap pendidikan yang layak diharapkan semakin terbuka, sehingga keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan meraih cita-cita.
Kehadiran Hj. Mahdalena dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan kehidupan sosial keagamaan. Kolaborasi dengan Kanwil Kemenag NTB diharapkan dapat terus berlanjut melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Selain penyerahan beasiswa PIP, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Gerakan Sadar Pencatatan Nikah (GAS Nikah). Program ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya mencatatkan perkawinan secara resmi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pencatatan perkawinan memiliki peran penting dalam memberikan kepastian hukum serta melindungi hak-hak suami, istri, dan anak. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap administrasi perkawinan, diharapkan tercipta kehidupan keluarga yang lebih tertib dan memperoleh perlindungan hukum.
Perpaduan antara dukungan pendidikan dan edukasi pencatatan perkawinan menunjukkan pentingnya pelayanan masyarakat yang menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga penguatan ketahanan keluarga.
Melalui sinergi Kanwil Kemenag NTB dan Komisi VIII DPR RI, penyaluran beasiswa kepada 260 siswa MTs Negeri 5 Bima diharapkan menjadi dorongan bagi peningkatan kualitas pendidikan madrasah. Dukungan tersebut sekaligus mempertegas pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menciptakan generasi muda yang berprestasi, berdaya saing, dan memiliki masa depan yang lebih baik.



