Sekolah Disegel, Siswa SDN 2 Ntonggu Mengadu ke Bupati Bima dan Presiden Prabowo: Tiga Bulan Belajar di Ruang Terbuka

Jurnal Pilar | Alan Sidik

Bima, Pilarmedianusantara.com – Nasib memilukan dialami para siswa SDN 2 Ntonggu, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Akibat penyegelan sekolah, kegiatan belajar mengajar terpaksa dilakukan di ruang terbuka selama kurang lebih tiga bulan. Kondisi tersebut kini menjadi sorotan publik setelah sebuah video keluhan siswa viral di media sosial.

Dalam video yang beredar luas, seorang murid SDN 2 Ntonggu dengan polos menyampaikan permohonan langsung kepada Bupati Bima dan Presiden RI Prabowo Subianto agar turun tangan membuka kembali sekolah mereka.

Bacaan Lainnya

“Kami sudah tiga bulan sekolah di luar ruangan. Tolong sekolah kami dibuka kembali,” ucapnya, menggambarkan kondisi belajar yang jauh dari kata layak.

Ungkapan tersebut memantik gelombang empati dan kemarahan warganet. Banyak pihak menilai penyegelan sekolah tanpa solusi cepat merupakan bentuk pengabaian terhadap hak dasar anak untuk memperoleh pendidikan yang layak dan aman.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari instansi terkait mengenai alasan penyegelan maupun langkah penyelesaian yang akan diambil. Publik kini menunggu respons tegas dari Pemerintah Kabupaten Bima dan pemerintah pusat untuk menghentikan penderitaan para siswa dan mengembalikan aktivitas belajar mengajar ke ruang kelas semestinya.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan daerah dan menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam menjamin masa depan generasi penerus bangsa.(Alan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *