Jurnal Pilar | Teuku Iqbal
Kamis, April 2026, Pilarmedianusantara.com – Aliansi Cinta Anak Bangsa (A. Cabang) Jambi melakukan aksi unjuk rasa di Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II (Satker PJN II), yang bertanggung jawab atas pembangunan jalan nasional dari Kabupaten Kerinci hingga batas Sumatra Barat.
Dengan nilai anggaran sebesar Rp28 miliar yang bersumber dari APBN 2025, proyek jalan nasional tersebut dikerjakan oleh rekanan PT Air Tanang, dengan direktur utama H. Andik. Permasalahan muncul karena pembangunan diduga dilakukan pada malam hari saat hujan, sehingga aspal yang digunakan dikhawatirkan tidak dapat melekat dengan baik pada permukaan jalan.

Hal ini dibenarkan oleh pihak pengawas dari PJN II. Rekan media yang turun langsung ke lokasi (TKP) berhasil mewawancarai pihak pengawas. Dalam wawancara tersebut, ketika ditanyakan alasan pengaspalan dilakukan saat hujan, pihak pengawas tidak dapat memberikan jawaban yang jelas.
Dampaknya terbukti pasca arus mudik Lebaran, di mana hasil pengaspalan oleh PT Air Tanang mengalami kerusakan di beberapa titik. Terdapat bekas longsoran yang hanya ditimbun menggunakan tanah merah dan dicor. Hal ini memicu kemarahan masyarakat sebagai wajib pajak.
Salah seorang sopir travel yang mengangkut penumpang dari Kerinci ke Sumatra Barat mengungkapkan keheranannya.
“Baru tiga bulan dikerjakan, jalan sudah berlubang lagi. Kami sering mengalami ban bocor karena jalan terkelupas dan tajam,” ujar Usman, sopir travel Permata Kerinci.
Keluhan serupa juga disampaikan pengguna jalan lainnya. Mereka mengaku sering terjadi kecelakaan, mengingat jalur Gunung Kerinci minim penerangan.
“Kemarin ada ibu-ibu jatuh karena jalan berlubang dan aspal terkelupas. Belum lagi air yang sering menggenangi badan jalan di daerah tersebut,” ungkap salah satu pengguna jalan.
Pemerintah pusat sebenarnya telah menganggarkan Rp31 miliar untuk pembangunan dan peningkatan jalan lintas daerah melalui BPJN IV Jambi, yang disalurkan kepada Satker PJN II. Namun, pelaksanaan proyek ini dinilai terkesan asal-asalan dan minim pengawasan.
Saat aksi unjuk rasa berlangsung, Kepala Satker PJN II meninggalkan kantor tanpa memberikan pernyataan apa pun. Hal ini sangat disayangkan oleh pihak Aliansi Cinta Anak Bangsa Jambi. Koordinator aksi, Ardiansyah, dalam orasinya menyampaikan kekecewaannya.
“Sangat disayangkan, kenapa malah lari? Takut, ya?” tegasnya.
Aliansi Cinta Anak Bangsa menuntut agar pihak rekanan yang mengerjakan proyek tersebut dipanggil dan dimintai pertanggungjawaban. Selain itu, mereka juga meminta kepada Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN IV) untuk memberhentikan Kepala Satker PJN II wilayah Jambi yang diduga lalai dan merugikan negara hingga puluhan miliar rupiah.
Mereka juga mendesak agar H. Andik selaku direktur PT Air Tanang diperiksa. Aliansi Cinta Anak Bangsa menyatakan akan kembali menggelar aksi pada Kamis depan, bahkan berencana merantai kantor PJN II sebagai bentuk pengamanan aset negara agar tidak diduduki oleh pejabat yang diduga melakukan praktik korupsi bersama oknum pengusaha.
Saat berita ini diturunkan, Kepala Satker II, Diaz Ahidiqi, ST, tidak dapat dihubungi. Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN IV) tidak berada di tempat.







