Desak Keadilan Sosial dan Perhatian Pemerintah, Persatuan Pemuda Woha Blokir Jalan Bima-Sumbawa

foto illustrasi pemblokiran jalan

PilarMediaNusantara.com, Woha – Sekelompok pemuda yang tergabung dalam Persatuan Pemuda Woha menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk penyampaian aspirasi terhadap ketimpangan sosial yang mereka rasakan di wilayah Bima-Sumbawa. Aksi yang digelar pada Kamis siang ini dipimpin langsung oleh koordinator lapangan, Aprizag, dan berlangsung secara tertib serta damai.

Dalam orasinya, para demonstran menyuarakan keresahan mereka terhadap sejumlah persoalan yang dinilai tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah maupun pihak-pihak terkait. Sebagai bentuk peringatan simbolis, massa memutuskan untuk memblokir jalur utama lintas Bima-Sumbawa selama kurang lebih lima menit. Aksi ini dilakukan tepat di jalur strategis yang biasa dilalui kendaraan logistik dan transportasi umum antarwilayah.

Pemblokiran jalan tersebut sempat menimbulkan antrean kendaraan dari dua arah, namun tidak berlangsung lama. Setelah menyampaikan orasi singkat, massa aksi segera membuka kembali akses jalan dan mengakhiri aksi mereka tanpa terjadi gesekan dengan pengguna jalan ataupun aparat keamanan.

Bacaan Lainnya

“Kami hanya ingin didengar. Aksi ini adalah bentuk tekanan moral agar pemerintah membuka mata terhadap kondisi kami di akar rumput,” ungkap Aprizag dalam keterangannya kepada media. Ia menegaskan bahwa aksi ini bukan bentuk provokasi, melainkan seruan damai demi keadilan sosial bagi masyarakat Woha dan sekitarnya.

Aparat kepolisian yang berada di lokasi juga turut mengawal jalannya aksi agar tetap kondusif. Mereka mengapresiasi langkah damai yang diambil oleh massa, sembari mengingatkan agar penyampaian aspirasi tetap mematuhi aturan hukum yang berlaku.

Aksi pemuda Woha ini menjadi cerminan keresahan generasi muda terhadap kondisi sosial yang dianggap timpang. Mereka berharap suara yang telah disampaikan ini mampu menggugah pihak berwenang untuk turun tangan menyelesaikan persoalan yang selama ini dirasakan masyarakat di daerah tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *