Jurnal Pilar | Teuku Iqbal Maulana
Kamis, Pilarmedianusantara.com 30 oktober 2025 – Gelombang rokok ilegal kembali menghantui Jambi. Di sinyalir rokok tersebut masuk dari pelabuhan tikus yang beralamatkan sugai asam kec pelabuhan dagang kab.tanjung jabung barat propinsi jambi Aduan masyarakat mengacu kepada seseora yaitu JONI TUNGKAL,DAN IWAN BUAH, Nama ini cukup populer di kalangan pemain rokok non cukai yang masuk ke jambi melalui beberapa jalur air ,sejauh pantauan wartawan media pilar nusantara ,operasional rokok ini sangat stukturan yang melibat kan beberapa unsur penegakan hukum antara lain polisi dan bea cukai hal ini bukan menjadi rahasia umum lagi di iambi, bea cukai jambi baru baru ini melakukan razia yang di lakukan di daerah perbatasan kota jambi ,dari razia bea cukai ini tidak di dapati sebatang rokok pun yang menjadi target razia di sinyalir berita ini sudah bocor di karenakan ada orang dalam yang menjadi kaki tangan sejumlah cukong rokok, sementara kepala bea cukai jambi INDRA GEUTAMA SIKIRMAN, sampai berita ini di turunkan belum bisa di hubungi oleh awak media,sementara laporan masyarakat terus berdatangan ke nomor khusus Menteri Keuangan Purbaya S, menyebut maraknya peredaran produk tanpa cukai resmi yang kini dengan mudah ditemukan di pasaran.
Sumber peredaran pun mulai terungkap. Laporan warga menunjukkan sebagian besar rokok ilegal itu diduga kuat masuk melalui jalur darat dari wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
“Siap, dari sini ya. Kita laksanakan, Pak. Mohon dicek juga Bea Cukai Jambi. Banyak rokok ilegal masuk dari Tungkal,” tegas Purbaya, menandaskan perlunya langkah tegas dan pengawasan ketat di lapangan,
Namun, di balik pernyataan itu tersisa pertanyaan besar: ke mana mata pengawasan aparat selama ini? Jika arus rokok ilegal begitu deras melintas di jalur distribusi resmi, maka celah penegakan hukum patut dipertanyakan.
Praktik ini bukan sekadar persoalan pelanggaran cukai—tetapi juga bentuk kebocoran penerimaan negara yang merugikan masyarakat luas. Publik kini menanti aksi nyata, bukan sekadar janji penindakan. Sudah saatnya Bea Cukai dan aparat terkait membuktikan kehadiran negara di lapangan, bukan hanya di rapat di kantor,sampai berita ini di runkan bea cukai jambi bekum bisa di temui








