Anggota DPR RI Komisi IX Dr. Ir. Heru Tjahjono MM. Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Desa Gandong

foto: Anggota DPR RI Komisi 9 Dr.ir Heru Tjahjono MM (baju hitam) saat sosialisasi Makan Bergizi Gratis di Desa Gandong Kecamatan Bandung Tulungagung

PilarMediaNusantara.com,Tulungagung – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disosialisasikan kepada masyarakat Desa Gandong Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung Jawa Timur. Sosialisasi ini merupakan Program dari Presiden Republik Indonesia H. Prabowo dan inisiasi dari DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) Untuk mewujudkan Generasi Sehat Indonesia ( GSI).
Sosialisasi Makan Gratis bersama Badan Gizi Nasional Indonesia ini bertempat di Pendopo Balai Desa Gandong Kecamatan Bandung Kamis (7/8/2025).

Kegiatan sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG ) yang dilaksanakan oleh Anggota DPR RI Komisi IX Dr. ir Heru Tjahjono MM dimulai pukul 13.30 WIB dihadiri oleh Muspika Kecamatan Bandung, Anggota DPRD Tulungagung dari Golongan Karya Drs. H.Asmungi M.si, Persatuan Perangkat Desa Indonesia ( PPDI) Kecamatan Bandung, Tim Relawan Heru Tjahjono, Karangtaruna, Tokok Masyarakat, Perwakilan Anak Sekolah dari Pondok Pesantren yang ada di Kecamatan Bandung .

Heru Tjahjono anggota Komisi IX DPR RI yang juga pernah menjabat Bupati Tulungagung Dua periode dengan Slogan Gugup Rukun ini menegaskan bahwa Makan Bergizi Gratis (MBG ) merupakan program prioritas Presiden ke 8 H. Prabowo Subianto bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia .
Pemerintah memastikan program ini bermanfaat dan tepat sasaran.Dan tidak hanya untuk anak sekolah, tetapi juga untuk ibu hamil, dan Balita ,” ucapnya

Bacaan Lainnya

Heru di hadapan tamu undangan yang hadir dalam sosialisasi MBG juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, pemerintah daerah, untuk bersama-sama mewujudkan generasi sehat Indonesia.
Mari kita dukung bersama demi generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Dengan kerja sama semua pihak, manfaat MBG akan dirasakan langsung oleh anak-anak, keluarga, dan masyarakat.
Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi juga pelaksana lapangan, serta petani dan penyedia pangan lokal.,” imbuhnya .

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *