Jurnal Pilar | Alan Sidik
Woha Bima, Pilarmedianusantara.com – Dalam dinamika kepemimpinan daerah yang kerap diwarnai kritik dan sorotan tajam, Camat Woha, Irfan HM Nor S.Sos, justru tampil sebagai figur yang penuh keteladanan dan menjadi teladan bagi aparatur pemerintah lainnya di Kabupaten Bima. Selama lima tahun masa jabatannya, Irfan tak hanya dikenal sebagai pejabat administratif, tetapi juga sebagai pemimpin humanis yang dekat dengan rakyat dan mitra kerja seperti jurnalis serta LSM.
Salah star dikantor trisana Andriani s.sos,, secara terbuka mengungkapkan rasa bangga dan kekagumannya terhadap sosok Irfan HM Nor. Menurutnya, Irfan adalah tipe pemimpin yang mampu merangkul semua pihak dan menyelesaikan persoalan masyarakat dengan pendekatan dialogis dan kehadiran langsung di tengah-tengah warga.
“Ia bukan sekadar camat yang duduk di balik meja. Ia turun langsung ke lapangan, menyapa warga, mendengar keluhan mereka, dan merespons dengan tindakan nyata,” ujar wanita yang sering sapa trisna
Kepemimpinan Irfan juga dinilai berhasil menciptakan suasana kerja yang harmonis di lingkup kecamatan Woha. Banyak aparatur desa dan staf kecamatan mengaku merasa dihargai, didengarkan, dan dilibatkan secara aktif dalam pengambilan keputusan.
Salah satu LSM lokal, Forum Peduli Rakyat (FPR), turut memberikan apresiasi. Ketua FPR, Zainal Abidin, menyebut Irfan sebagai figur pemimpin visioner yang mampu menyinergikan antara program pemerintah dan kebutuhan riil masyarakat.
“Kami melihat langsung bagaimana Pak Irfan hadir dalam penanganan banjir, menginisiasi gotong royong lingkungan, hingga aktif memfasilitasi aspirasi petani dan pelaku UMKM,” ucap Zainal.
Di tengah tantangan sosial yang kompleks, Irfan HM Nor juga dinilai sukses menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui koordinasi intensif dengan aparat kepolisian dan tokoh masyarakat.
Kini, menjelang akhir masa jabatannya, banyak pihak berharap agar semangat kepemimpinan Irfan bisa menjadi inspirasi bagi pejabat lainnya di Bima maupun daerah-daerah lain di Nusa Tenggara Barat.
“Bima butuh lebih banyak pemimpin seperti Irfan, yang bukan hanya cerdas dalam administrasi, tetapi juga punya empati dan semangat melayani,” tutup toko masyrakat woha(Alan)








