Janji DLH Kabupaten Bima Dipertanyakan, Sampah Menggunung di Area Pasar

Jurnal Pilar | Alan Sidik

Kabupaten Bima, Pilarmedianusantara.com – Komitmen Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bima untuk mengangkut sampah lima kali dalam seminggu kini menuai sorotan tajam. Pasalnya, kondisi di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya: tumpukan sampah terlihat menggunung dan dibiarkan menumpuk di area pasar.

Berdasarkan pantauan dari lokasi, sampah rumah tangga dan limbah pasar berserakan di sepanjang jalur, bahkan sebagian sudah membusuk dan menimbulkan bau menyengat. Karung-karung berisi sampah terlihat tidak terangkut, sementara air kotor mengalir di sela-sela tumpukan, berpotensi menjadi sumber penyakit bagi masyarakat sekitar.

Bacaan Lainnya

Padahal sebelumnya, dalam rapat yang melibatkan Asisten I, DLH, Disperindag, dan pemerintah pasar, telah disepakati pengangkutan sampah dilakukan secara rutin lima kali dalam seminggu. Namun, realitas di lapangan memperlihatkan lemahnya implementasi dari kesepakatan tersebut.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terhadap kinerja DLH Kabupaten Bima. Apakah komitmen yang disampaikan hanya sebatas formalitas rapat tanpa pengawasan dan tindak lanjut yang jelas?

Warga sekitar pasar mengaku resah dengan kondisi tersebut. Selain mengganggu aktivitas, tumpukan sampah juga dinilai mencemari lingkungan dan mengancam kesehatan. Jika dibiarkan berlarut-larut, situasi ini bisa memicu persoalan yang lebih besar, termasuk meningkatnya risiko penyakit berbasis lingkungan.

Pemerintah daerah diminta tidak tinggal diam. DLH harus segera turun tangan, bukan hanya sekadar janji, tetapi aksi nyata di lapangan. Evaluasi terhadap petugas kebersihan dan sistem pengangkutan sampah perlu dilakukan secara serius agar persoalan ini tidak terus berulang.

Kesepakatan sudah dibuat, namun tanpa implementasi yang konsisten, komitmen tersebut tidak lebih dari sekadar retorika. Kini publik menunggu: apakah DLH Kabupaten Bima mampu membuktikan tanggung jawabnya, atau justru kembali membiarkan persoalan sampah menjadi beban masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *