Jurnal Pilar | Alan Sidik
Bima, Pilarmedianusantara.com – Kepala Sekolah TK Negeri Naru menyampaikan klarifikasi terkait isu dugaan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut-sebut menjadi penyebab seorang siswa mengalami diare dan sakit perut di Kecamatan Woha.
Klarifikasi ini disampaikan menyusul rilis resmi dari Yayasan Nurul Huda Nahdlatul Wathan (NW) selaku pengelola Dapur H iswan yang berlokasi di Desa Naru. Dalam keterangannya, pihak yayasan menegaskan bahwa makanan berupa nasi goreng yang disajikan kepada para siswa berada dalam kondisi baik, layak konsumsi, dan masih hangat saat dibagikan.
“Tidak benar jika disebutkan bahwa makanan Program MBG yang disajikan dalam kondisi basi. Proses pengolahan dan pendistribusian makanan dilakukan sesuai prosedur kebersihan dan keamanan pangan,” ujar perwakilan Yayasan Nurul Huda NW.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Sekolah TK Negeri Naru menjelaskan bahwa informasi yang sebelumnya berkembang dan disampaikan ke pihak luar terjadi akibat adanya kesalahpahaman dalam komunikasi, serta bukan dimaksudkan untuk menyudutkan pihak mana pun.

Kepala sekolah juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada hasil pemeriksaan medis resmi yang menyatakan bahwa keluhan kesehatan siswa disebabkan oleh makanan Program MBG.
Sebagai langkah ke depan, pihak sekolah mendukung upaya klarifikasi dan evaluasi bersama yang melibatkan yayasan pengelola, dinas kesehatan, serta instansi terkait agar setiap permasalahan dapat ditangani secara objektif dan profesional.
Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat sekaligus menjaga suasana kondusif dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah Kecamatan Woha.(Alan)








