Jurnal Pilar | Teuku Iqbal
Kamis, 18 Desember 2025 Pilarmedianusantara.com – Pekerjaan mega Proyek Strategis Nasional untuk pengaspalan Jalan Link Batu Hampar – Sungai Betung Mudik – Siulak Deras, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi, dikerjakan PT. AIR TENANG kini menuai sorotan miring publik.
Untuk Pelaksanaan proyek konstruksi dari Kementerian Pekerjaan Umum dengan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Jambi, sepanjang 9,9 Kilometer dengan Pagu senilai Rp.31.132.728.000, dan HPS Rp. 31,132,728,000.
Disorot ,lantaran pekerjaan fisik proyek yang terkesan amburadul dan dinilai asal-asalan, material berupa kelas B dan A sudah berserakan ke selokan pinggir jalan tanpa penimbunan kembali sebelum pengaspalan.
Terutama hamparan material lapis pondasi Agregat Kelas A yang berserakan, hingga pelaksanaan aspal tidak dihamparkan kembali. Sehingga pengaspalan AC-WC hanya dilakukan diatas badan jalan yang aspalnya masih utuh.
Ironisnya, pihak pelaksana dari PT Air Tenang ( H. Andik ) sudah sering mendapatkan proyek proyek pemerintah dengan pekerjaan selalu ndak pernah beres,sebelum Aspal dihamparkan Finisher yakni, Laston Lapis Aus (AC-WC) pekerja langsung menyiram badan jalan dengan Compactor Roller tanpa material agregat A yang maksimal dan merata.
Pekerjaan Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) dengan habiskan dana besar bersumber dari APBN Tahun 2025 senilai Rp.28.333.891.155,05, (Rp 28 Miliar, 333 Juta).
Padahal Asphalt AC-WC cukup berkelas dan berstandar nasional bukan seperti Aspal Goreng, tipis dan kasar sekelas jalan lorong dan jalan setapak Desa-desa di Kerinci.
Untuk diketahui, Aspal AC-WC adalah salah satu jenis spesifik di dalamnya, yaitu lapisan permukaan teratas yang halus, kedap air, dan tahan aus untuk lalu lintas berat.
Menurut beberapa keterangan sumber warga yang melintasi pekerjaan jalan Batu Hampar – Sungai Betung – Siulak Deras, banyak yang pertanyakan ketebalan aspal cuma 3 cm sampai 5 cm dikerjakan Kontraktor PT Air Tenang.
“Kenapa aspalnya sangat tipis seperti aspal goreng dijalan desa. Pekerjaan proyek jalan seperti ini harus ditolak tim berwenang.

“Kami masyarakat di mudik tidak puas dengan hasil pekerjaan aspal yang katanya dikerjakan H.Andi Yusuf PT.AIR TANANG yang mutu aspalnya tidak pernah berkualitas, sebentar dikerjakan sudah rusak.”

“Coba liat permukaan aspal ditengah badan jalan tidak merata, nanti masuk air hujan pasti rusak, aspal tipis dan kasar,” ujar beberapa warga.
Tak heran jika Pekerjaan Proyek Perbaikan Jalan Batu Hampar – Sungai Betung Mudik – Siulak Deras, disorot publik cacat konstruksi dan aspal goreng.
Sementara itu menurut keterangan dari Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Jambi, terkait pekerjaan kontraktor pelaksana PT Air Tenang ini bakal ditindaklanjuti.
“Kita akan tindaklanjuti semua masukannya, jika memang pekerjaan tidak sesuai dan asal-asalan kami tentu tidak bayar,”ujarnya.








