Jurnal Pilar | Teuku Iqbal
Jambi, 20 Januari 2026 Pilarmedianusantara.com – Koalisi Anak Bangsa (KAB), yang merupakan gabungan beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Jambi, termasuk salah satunya Pilar Media Nusantara, menyatakan akan mengawal aksi damai di kantor BPJN Wilayah IV Jambi.
Koordinator aksi, Harris, kepada wartawan Pilar Nusantara menyampaikan bahwa akibat lemahnya pengawasan dari BPJN dan Sub PJN II, negara berpotensi mengalami kerugian hingga puluhan miliar rupiah.
Dalam aksi pertama yang berlangsung di PJN II, KAB menilai lemahnya pengawasan dan kontrol dari BPJN Wilayah IV Jambi telah menyebabkan APBN 2025 diduga “kebobolan”. Dana yang digelontorkan untuk proyek jalan nasional Kerinci disebut terkesan semrawut, mulai dari pembangunan rigid beton hingga pekerjaan pengaspalan yang dinilai tidak sesuai harapan masyarakat sebagai wajib pajak.
KAB juga menyoroti penggunaan bahan baku yang diduga tidak sesuai anjuran, serta pelaksanaan pengaspalan yang dilakukan pada musim hujan. Selain itu, KAB menyebut rekanan yang ditunjuk adalah perusahaan yang dinilai kerap bermasalah, di antaranya:
PT Air Tanang (H. Andik) sebagai pelaksana pekerjaan pengaspalan
PT Lawang Agung (Sihok)
Menurut KAB, kedua perusahaan tersebut sering mendapatkan proyek besar di Provinsi Jambi dan dalam realisasi di lapangan ditemukan sejumlah kejanggalan.
Lebih lanjut, KAB menyampaikan bahwa proyek senilai Rp19 miliar yang dikerjakan PT Lawang Agung dan Rp28 miliar oleh PT Air Tanang terkesan sebagai pemborosan anggaran karena ditemukan beberapa indikasi ketidaksesuaian pekerjaan di lapangan.
KAB berharap Kepala BPJN Wilayah IV Jambi, Ibnu Kurniawan, ST, dapat memanggil kontraktor terkait untuk mempertanggungjawabkan pekerjaan yang diduga merugikan negara dan masyarakat.
Selain itu, KAB juga meminta aparat penegak hukum melakukan audit ulang terhadap proyek tersebut. KAB berencana menggelar demo damai guna menyampaikan aspirasi dan temuan kepada Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Jambi, pada Kamis, 22 Januari 2026.
KAB juga berharap Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang dinilai kurang kompeten dalam pelaksanaan pekerjaan yang diduga merugikan negara hingga miliaran rupiah.
Dalam waktu dekat, Koalisi Anak Bangsa juga menyatakan akan mengirimkan bukti-bukti temuan di lapangan kepada KPK RI serta kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Hal ini tidak bisa dibiarkan,” tegas Harris.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait maupun pihak berwenang.








